Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Berikut Klarifikasi Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad via Riau24.com

Ulama berbeda pendapat wacana status makan daging onta, apakah makan membatalkan wudhu ataukah tidak. Mari kita bahas bersama apakah makan membatalkan wudhu atau tidak? Menurut pandangan islam.

Para ulama setuju bahwa wudhu menjadi batal bila keluar kencing, tapi apakah makan membatalkan wudhu? Dan bagaimana hukumnya. Banyak orang bertanya terkait hadist-hadist yang menjelaskan wacana hal yang membatalkan wudhu.

Saya dalam kondisi berwudhu, dan makan sedikit kue. Kemudian pribadi menunaikan shalat tanpa membersihkan mulut. Apakah shalat saya sah atau tidak? Banyak orang yang masih dibingungkan dengan hal yang membatalkan wudhu, salah satunya yaitu makan setelah wudhu.

Pertanyaan wacana makan dan minum sanggup membatalkan wudhu banyak kita mendengarnya di masyarakat. Namun, beberapa orang ada yang beropini boleh dan ada yang beropini tidak. Nah, disini kita akan membahas apakah makan membatalkan wudhu? Mari kita simak bersama-sama.


aswajamuda.com

Jika hendak mendirikan salat wajib berwudhu untuk menghilang hadas kecil. Beberapa ulama kita beropini bila makan setelah wudhu tidak membatalkan wudhu. Makan dan minum setelah wudhu kemudian salat boleh saja. Karena tidak membatalkan wudhu dan sah salatnya, kecuali bila kita mengeluarkan angin dari dubur, keluar sesuatu dari kemaluan, bersentuhan kulit antara pria dan wanita yang bukan muhrim, serta tertidur pulas setelah wudhu, harus berwudhu kembali bila hendak melaksanakan salat.

Memahami Tentang Makna Wudhu

Kaprikornus wudhu sendiri bergotong-royong syarat sahnya shalat, baik itu shalat sunah maupun shalat fardhu. Nah, fungsi dari wudhu itu untuk menghilangkan hadas kecil saja, alasannya yaitu untuk hadas besar kita perlu melaksanakan mandi wajib.

Untuk caranya sendiri, wudhu sanggup dilakukan dengan memakai air maupun tayamum dengan abu apabila berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk mendapat air.

Seperti apa yang disebutkan dalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Surah Al-Maidah ayat 6 :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kau hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu hingga dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu hingga dengan kedua mata kaki, dan bila kau junub maka mandilah, dan bila kau sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari kawasan buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, kemudian kau tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kau dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kau bersyukur.”

Dalam prakteknya, banyak orang yang menanyakan apakah makan membatalkan wudhu? Apakah kita perlu melaksanakan wudhu lagi bila kita makan atau minum?

Kaprikornus itu pertanyaan yang umum ditanyakan dan untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya perhatikan klarifikasi lengkap berikut ini.

jonooit.com

Lantas Apakah Makan Membatalkan Wudhu?

Berikut klarifikasi Ustadz Abdul Somad


Perlu untuk kalian ketahui bahwa bergotong-royong makan dan minum itu tidak membatalkan wudhu. Namun ada pengecualiannya, bila kalian memakan daging unta setelah wudhu itu sanggup membatalkan wudhu dan kau harus bersuci lagi bila ingin melaksanakan sholat wajib ataupun sunnah.

Demikian ini memang telah di sebutkan dalam sebuah hadist dari Jabir bin Samuroh yang mana isinya menyerupai berikut:

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَأَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ « إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلاَ تَوَضَّأْ ». قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ قَالَ « نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ

“Ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah saya mesti berwudhu setelah memakan daging kambing?” Beliau bersabda, “Jika engkau mau, berwudhulah. Namun bila enggan, maka tidak mengapa engkau tidak berwudhu.” Orang tadi bertanya lagi, “Apakah seseorang mesti berwudhu setelah memakan daging unta?” Beliau bersabda, “Iya, engkau harus berwudhu setelah memakan daging unta.” (HR. Muslim no. 360)

Adapun dalam riwayat lainnya di sebutkan juga  :

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻘُﻮﻝُ ‏« ﺗَﻮَﺿَّﺌُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻟُﺤُﻮﻡِ ﺍﻹِﺑِﻞِ ﻭَﻻَ
ﺗَﻮَﺿَّﺌُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻟُﺤُﻮﻡِ ﺍﻟْﻐَﻨَﻢِ ﻭَﺗَﻮَﺿَّﺌُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﺒَﺎﻥِ ﺍﻹِﺑِﻞِ ﻭَﻻَ
ﺗَﻮَﺿَّﺌُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﺒَﺎﻥِ ﺍﻟْﻐَﻨَﻢِ

Dari Abdullah bin Umar ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Berwudhulah kalian karena kalian makan daging unta dan kalian tidak perlu berwudhu karena kalian makan daging kambing. Berwudhulah kalian karena kalian minum susu unta dan kalian tidak perlu berwudhu karena kalian minum susu kambing.” (HR. Ibnu Majah No : 536)

Sebagian ulama juga beropini makan dan minum tidak membatalkan wudhu kecuali daging onta menurut hadits berikut :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ سُئِلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْوُضُوْءِ مِنْ لُحُومِ اْلإِبِلِ فَقَالَ تَوَضَّئُوا مِنْهَا وَسُئِلَ عَنْ لُحُومِ الْغَنَمِ فَقَالَ لاَ تَوَضَّئُواْ مِنْهَا

Dari Bara bin Azib Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya wacana wudhu dari (makan) daging onta, maka ia menjawab, “Berwudhulah darinya”. Beliau juga ditanya wacana wudhu dari (makan) daging kambing, maka ia menjawab, “Janganlah kau berwudhulah darinya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad)

Demikian itu merupakan sedikit ulasan untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah makan membatalkan wudhu, dengan melihat beberapa isi hadist di atas memang disebutkan yang pada pada dasarnya bahwa makan dan minum itu tidak membatalkan wudhu kecuali bila kita makan daging unta.

Kaprikornus apabila suatu ketika kau ditanya mengenai hal tersebut kini kau sudah tahu jawabannya, namun itu semua tergantung dari apa yang kita makan.

Kalau contohnya kau kurang yakin apakah makan membatalkan wudhu atau tidak, maka sebaiknya kau segera ambil wudhu lagi menyerupai yang di jelaskan hadits di atas. Semoga artikel di atas bermanfaat dan sanggup menambah pengetahuan seputar wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu itu sendiri.

Demikian klarifikasi tentang apakah makan membatalkan wudhu atau tidak, biar sanggup mebantu Anda dan bermanfaat bagi Anda.

Sumber http://www.wajibbaca.com
Buat lebih berguna, kongsi:

Trending Kini: